hei wats ups
wat share sumthing with u guys
a fren of mine posted it at fb today
juz show me n i hope u too d 'greatness' of
the country
INDONESIA
Selasa, 12 Mei 2009 [ 07.11 Wib ]
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengaku kurang senang melihat banyaknya mahasiswa dari luar negeri belajar ilmu kedokteran di negeri ini. Kepada petinggi Universitas Padjadjaran, Bandung, dia meminta agar penerimaan mahasiswa asing untuk bidang kedokteran dihentikan secara bertahap. ”Mulai sekarang, tolong, jatah dokter asing dikurangi,” katanya kemarin. Permintaan Menteri Kesehatan ini disampaikan secara khusus kepada Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di hadapan para wartawan, saat berkunjung ke Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung. Alasannya, kata Menteri, masih banyak orang Indonesia yang ingin jadi dokter. Selain itu, kata Fadilah, fasilitas rumah sakit yang dipakai untuk praktek mahasiswa kedokteran asing dibiayai oleh uang rakyat. ”Sangat menyakitkan. Kita keluarkan dana dari APBD tapi dipakai calon dokter dari Malaysia,” katanya. Fadilah menegaskan, dana pendidikan di Indonesia kini sangat besar. Ia menilai, perguruan tinggi tidak bisa beralasan kurangnya anggaran sebagai dasar untuk menggenjot penerimaan mahasiswa dari luar negeri. ”Nanti Malaysia nggak usah bikin fakultas, mendidik dosen, tidak usah membangun sekolah. Lebih baik sekolahin di sini,” ujarnya, menyindir. Menteri Kesehatan menandaskan, ia akan berbicara dengan Menteri Pendidikan Nasional soal ini. Tujuannya, aturan yang membolehkan mahasiswa asing kuliah di Indonesia diubah. ”Jadi, jangan dituruti saja kalau ada aturan dari atas (yang) kira-kira merugikan rakyat. Jangan diikutin,” kata Fadilah kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Eri Surahman. Menurut Eri , jumlah mahasiswa asing di Universitas Padjadjaran saat ini tak sebanyak sangkaan Menteri Kesehatan, yang menyebut 20 persen. "Jumlah mahasiswa asing di Universitas Padjadjaran sekarang hanya 400 orang dari total 38 ribu mahasiswa," kata Eri. Mereka tersebar di Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Eri mengaku akan menyanggupi permintaan Menteri Kesehatan. Jumlah mahasiswa asing bakal dikurangi hingga separuhnya pada penerimaan mahasiswa baru 2009. Tiap tahun, kata Eri, Fakultas Kedokteran rata-rata menerima 100 mahasiswa asing, terutama dari Malaysia. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, sepanjang 2004-2007, fakultas-fakultas yang biaya kuliahnya hingga Rp 100 juta lebih itu menerima 82 hingga 116 mahasiswa asing untuk tingkat sarjana. Adapun mahasiswa asing di program pascasarjana sekitar 75 sampai 150 orang.(KT/OI)
d 1st word dat came out off me is
WTF!!!
if a regular civilian , or some punk ass kid
said d things above
i dont care
but no!!!
its their minister of health!!!
seriously
how professional can u be huh???
all dis time i just thought
d uneducated bunch
is d anti malaysia
nope
im juz bein corrected...
btol la ckp aizat...
indonesian do their work
emo 90% brain 10%(or less)
if they want to do dat to us
how bout msia do the same thing to them
hantar je balik pekerje asing indon yg kt msia tu
yg berjuta2 ader kt KL je
bayangkan laa
p/s: something to think about
the old 6year system medic student is reactivated
why??
sb diorg takot msia xnk anta kat cni dah
tgk punyer diorg nk la
duit from us....
now nk halau
plak
wat share sumthing with u guys
a fren of mine posted it at fb today
juz show me n i hope u too d 'greatness' of
the country
INDONESIA
Selasa, 12 Mei 2009 [ 07.11 Wib ]
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengaku kurang senang melihat banyaknya mahasiswa dari luar negeri belajar ilmu kedokteran di negeri ini. Kepada petinggi Universitas Padjadjaran, Bandung, dia meminta agar penerimaan mahasiswa asing untuk bidang kedokteran dihentikan secara bertahap. ”Mulai sekarang, tolong, jatah dokter asing dikurangi,” katanya kemarin. Permintaan Menteri Kesehatan ini disampaikan secara khusus kepada Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran di hadapan para wartawan, saat berkunjung ke Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung. Alasannya, kata Menteri, masih banyak orang Indonesia yang ingin jadi dokter. Selain itu, kata Fadilah, fasilitas rumah sakit yang dipakai untuk praktek mahasiswa kedokteran asing dibiayai oleh uang rakyat. ”Sangat menyakitkan. Kita keluarkan dana dari APBD tapi dipakai calon dokter dari Malaysia,” katanya. Fadilah menegaskan, dana pendidikan di Indonesia kini sangat besar. Ia menilai, perguruan tinggi tidak bisa beralasan kurangnya anggaran sebagai dasar untuk menggenjot penerimaan mahasiswa dari luar negeri. ”Nanti Malaysia nggak usah bikin fakultas, mendidik dosen, tidak usah membangun sekolah. Lebih baik sekolahin di sini,” ujarnya, menyindir. Menteri Kesehatan menandaskan, ia akan berbicara dengan Menteri Pendidikan Nasional soal ini. Tujuannya, aturan yang membolehkan mahasiswa asing kuliah di Indonesia diubah. ”Jadi, jangan dituruti saja kalau ada aturan dari atas (yang) kira-kira merugikan rakyat. Jangan diikutin,” kata Fadilah kepada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Eri Surahman. Menurut Eri , jumlah mahasiswa asing di Universitas Padjadjaran saat ini tak sebanyak sangkaan Menteri Kesehatan, yang menyebut 20 persen. "Jumlah mahasiswa asing di Universitas Padjadjaran sekarang hanya 400 orang dari total 38 ribu mahasiswa," kata Eri. Mereka tersebar di Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Eri mengaku akan menyanggupi permintaan Menteri Kesehatan. Jumlah mahasiswa asing bakal dikurangi hingga separuhnya pada penerimaan mahasiswa baru 2009. Tiap tahun, kata Eri, Fakultas Kedokteran rata-rata menerima 100 mahasiswa asing, terutama dari Malaysia. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, sepanjang 2004-2007, fakultas-fakultas yang biaya kuliahnya hingga Rp 100 juta lebih itu menerima 82 hingga 116 mahasiswa asing untuk tingkat sarjana. Adapun mahasiswa asing di program pascasarjana sekitar 75 sampai 150 orang.(KT/OI)
d 1st word dat came out off me is
WTF!!!
if a regular civilian , or some punk ass kid
said d things above
i dont care
but no!!!
its their minister of health!!!
seriously
how professional can u be huh???
all dis time i just thought
d uneducated bunch
is d anti malaysia
nope
im juz bein corrected...
btol la ckp aizat...
indonesian do their work
emo 90% brain 10%(or less)
if they want to do dat to us
how bout msia do the same thing to them
hantar je balik pekerje asing indon yg kt msia tu
yg berjuta2 ader kt KL je
bayangkan laa
p/s: something to think about
the old 6year system medic student is reactivated
why??
sb diorg takot msia xnk anta kat cni dah
tgk punyer diorg nk la
duit from us....
now nk halau
plak
No comments:
Post a Comment